PEKANBARU- Gubernur Riau, Syamsuar menerima kunjunganBaznas Provinsi Riau, Komisioner Baznas Provinsi Riau, Yurnal Edward, M.Erwin, Yahnan dan Solah Azwar di Ruang Rapat Gubernur, Selasa (14/5). Adapun dalam pertemuan ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riaudan Baznas Provinsi Riauakan mencanangkan Gerakan Riau Berzakat.

Dalam pertemuan tersebut, Komisioner Baznas Provinsi Riau melaporkanperkembangan zakat di Provinsi Riau dari Bulan Januari. Untuk zakat di Kabupaten Siak sebesar Rp2,1 milyar, Kabupaten Kampar sebesar Rp2,8 milyar, Kabupaten Indragiri Hulu Rp642 juta, Kabupaten Bengkalis Rp387 juta, Kabupaten Indragiri Hilir Rp1,7 milyar,Kabupaten Pelalawan Rp1,04 milyar,Kabupaten Rokan Hulu Rp1,01 milyar,Kabupaten Rokan Hilir Rp213 juta, Kabupaten Kuantan Singingi Rp1,9 milyar, Kabupaten Meranti Rp323 juta, Kota Pekanbaru Rp2,3 milyar, dan Kota Dumai Rp1,4 milyar.

Komisioner Basnaz Riau juga melaporkan adanya peningkatan yang signifikan daripenerimaan zakat di lingkungan Pemerintah Daerah.

Gubernur Riau, Syamsuar yang didampingi Asisten I Setdaprov Riau, Ahmad Syah Harrofie dan Kepala Bagian Humas Setdaprov Riau, Fuadi merespon positif perkembangan zakat di Provinsi Riau. Respon positif penghimpunan zakat tersebut sebagai implementasi dari instruksi Gubernur RiauNo 1 tahun 2019 tentang zakat ASN yang wajib dikeluarkan sebesar 2,5 persen itu.

Dalam arahannya, Syamsuarakan menggemakan Gerakan Riau Berzakat.Gerakan Riau Berzakat merupakan upaya memaksimalkan potensi zakat di Riau dengan mengumpulkan seluruh Baznas dan Laznas se-Riau.

Lebih lanjut ia mengatakan, perlu adanya pembenahan data masyarakat kurang mampu. Data inilah sebagaibasedata masyarakat miskin.

"Baznas merupakan program nasional, RPJMN, oleh sebab itu perlu kepedulian semua pihak untuk menyukseskan zakat khususnya di Provinsi Riau," ujar Gubri. (MCR/mtr)

KOMENTAR :

Berita Terbaru